Wapres minta Polri jamin penanganan Pilkada dan COVID-19 berjalan baik

Wapres minta Polri jamin penanganan Pilkada dan COVID-19 berjalan baik

Di satu sisi dituntut buat konsentrasi terhadap penanganan COVID-19 serta di sisi lain harus menjamin keamanan terhadap berlangsungnya proses pilkada. Untuk itu, perlu dilakukan memori dan persiapan yang baik

Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala Ma’ruf Amin meminta Kepolisian MENODAI menjamin keamanan pelaksanaan Pilkada Spontan Tahun 2020 dan penindakan kepada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 harus berjalan beriringan dengan baik.

Saat menyampaikan materi pada Sidang Sekolah Staf dan Pimpinan Level Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-29 Tahun 2020 dengan virtual dari rumah dinas wapres di Jakarta, Jumat, Ma’ruf Mengabulkan mengatakan pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Polri untuk mematuhi tugas-tugas pengamanan.

“Di satu sisi dituntut untuk pemfokusan terhadap penanganan COVID-19 dan dalam sisi lain harus menjamin ketenteraman terhadap berlangsungnya proses pilkada. Untuk itu, perlu dilakukan antisipasi dan persiapan yang baik, ” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Jumat.

Membaca juga: Wapres minta pilkada dalam tengah pandemi tidak korbankan klub

Di dalam situasi normal, kemampuan Polri tak dapat diragukan dalam mengawal pengamalan pesta demokrasi, baik pada Pilpres Tahun 2019 dan Pilkada Serentak Tahun 2018, katanya. Namun, status pandemi memerlukan kerja ekstra bagi polisi dalam melaksanakan tugasnya.

Ma’ruf juga meminta deretan Polri tetap menjaga netralitas sebagai aparat negara, khususnya ketika mengatasi potensi maupun perkara pelanggaran semasa tahapan Pilkada Serentak 2020 berlaku.

“Polri tetap memelihara netralitas sebagai aparat negara, terkait potensi pelanggaran seperti hoaks serta black campaign , money politics , mobilisasi massa dan kegiatan-kegiatan dengan berpotensi melanggar protokol kesehatan di masa pandemi, ” tegasnya.

Wapres juga menyampaikan pujian kepada pimpinan dan seluruh leretan Polri yang turut menjaga serta mengingatkan masyarakat untuk mematuhi adat kesehatan selama pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 memaksa seluruh masyarakat menyesuaikan dengan tatanan pertama yang berpegang pada protokol kesehatan, agar menghasilkan kinerja optimal. Pengoperasian tatanan baru tersebut memerlukan pengawalan di semua lini, sehingga seluruh masyarakat mematuhinya, kata Ma’ruf.

“Karena selama vaksin pencegahan dan obat penyembuh belum ada, kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan menjadi satu-satunya cara yang paling efektif (untuk) mencegah penularan virus COVID-19, ” ujarnya.

Baca juga: Wapres: Jangan ada yang berpikir untuk mengubah NKRI
Baca juga: Wapres minta DPD dorong pemda realisasikan penyerapan belanja daerah

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020