Wall Street ditutup menguat didorong kenaikan kuat sektor teknologi

Wall Street ditutup menguat didorong kenaikan kuat sektor teknologi

New York (ANTARA) – Saham-saham dalam Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu cepat WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, didorong kenaikan kuat pada saham-saham sektor teknologi serta sinyal positif tentang stimulus lebih lanjut guna menopang pemulihan ekonomi akibat pandemi.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 358, 52 poin atau 1, 34 tip, menjadi berakhir di 2. 7173, 96 poin. Indeks S& P 500 bertambah 51, 87 pokok atau 1, 60 persen, menjadi ditutup pada 3. 298, 46 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melonjak 241, 30 poin ataupun 2, 26 persen, menjadi 10. 913, 56 poin.

Sepuluh dari 11 sektor di lembah S& P 500 ditutup bertambah tinggi, dengan sektor teknologi, real estate dan kesehatan masing-masing bangkit 2, 4 persen, 1, 96 persen dan 1, 65 persen. Sedangkan sektor energi mengalami kemerosotan 0, 06 persen.

Baca juga: Wall Street dibuka bervariasi, sebagian gede turun

Nilai pesanan baru untuk barang-barang tahan lama hanya meningkat 0, 4 persen pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar 1, 5 persen dan kenaikan intelek 11, 7 persen pada Juli, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan pada Jumat cepat (25/9/2020).

Indeks-indeks sari di pasar saham AS dibuka lebih rendah di tengah perlambatan pemulihan ekonomi. Namun, indeks bagian utama AS melepaskan diri lantaran pelemahan di kemudian dan tetap bergerak naik di sepanjang sesi karena investor memperhatikan perkembangan yang diharapkan tentang langkah-langkah stimulus segar dalam beberapa hari mendatang.

Baca serupa: Saham Tokyo menguat, “rebound” teknologi Wall Street angkat sentimen

Saham Amazon, Facebook, Apple, Microsoft dan Netflix semuanya melonjak lebih dari perut persen.

“Wall Street mengaitkan penguatan hari ini secara investor yang ‘membeli ketika terjadi penurunan’ dan kinerja yang lebih baik di saham-saham teknologi, ” kata sebuah komentar dari Wells Fargo Advisors pada Jumat (25/9/2020).

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020