Satgas COVID-19 sempurnakan regulasi pengawasan karakter perjalanan

Satgas COVID-19 sempurnakan regulasi pengawasan karakter perjalanan

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

terjadi peningkatan sirkulasi di Eropa dan Australia, sehingga perlu ketentuan tambahan

Jakarta (ANTARA) – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyempurnakan regulasi untuk memperketat pengawasan kedatangan pelaku kunjungan dari Inggris, Eropa dan Australia dengan melakukan adendum Surat Edaran Nomor 3/2020 yang berlaku semenjak 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

“Adendum tersebut merupakan tambahan dari Surat Informasi Nomor 3/2020 yang secara khusus mengatur pelaku perjalanan dari sungguh negeri ke Indonesia. Kami ingin melakukan antisipasi lebih baik di pintu kedatangan luar negeri, tercatat menyediakan fasilitas tes RT-PCR & tempat isolasi mandiri, ” prawacana Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito melalui siaran pers diterima di Jakarta, Rabu.

Baca pula: Satgas: OTG isolasi mandiri pada fasilitas setempat jika RS sempurna

Kesimpulan untuk membuat adendum diambil hanya tiga hari setelah surat informasi yang mengatur protokol kesehatan selama liburan Natal dan Tahun Mutakhir berlaku. Untuk antisipasinya, pemerintah pula menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3. 570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri.

Tempat mengatakan tambahan ini dilakukan buat menyikapi dinamika yang sangat cepat terkait perkembangan virus corona.

Baca serupa: Pemerintah ikuti perkembangan varian COVID-19 yang muncul di Inggris

“Telah ditemukan SARS-CoV-2 varian baru di Inggris yaitu SARS-CoV-2 VUI 202012/01 serta terjadi peningkatan persebaran di Eropa dan Australia, sehingga diperlukan ketentuan tambahan untuk memproteksi masyarakat Nusantara dari penularan dari luar daerah. ”

Dengan situasi tersebut, WNA dari Inggris cantik secara langsung maupun transit pada negara asing tidak dapat mengambil wilayah Indonesia.

Baca juga: Satgas COVID-19: Kenaikan kasus aktif tidak mampu ditoleransi

Adapun untuk WNA dan WNI dari wilayah Eropa dan Australia serta WNI dari Inggris dengan memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara aneh, harus menunjukkan hasil negatif ulangan RT-PCR di negara asal dengan berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Menurut Wiku, jika buatan pemeriksaan ulang RT-PCR pada zaman kedatangan menunjukkan hasil negatif, oleh sebab itu WNI melakukan karantina selama lima hari terhitung sejak tanggal kehadiran di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh negeri.

Membaca juga: Prof Wiku: Jangan sampai peningkatan kasus pascalibur terulang

“WNA menyelenggarakan karantina mandiri di hotel dengan telah ditentukan oleh pemerintah secara biaya mandiri. Khusus untuk kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia, karantina bisa dilakukan di kediaman masing-masing, ” katanya.

Sementara diplomat asing lainnya dapat melakukan karantina mandiri selama lima hari pada tempat yang telah disediakan pemerintah.

Setelah melakukan karantina selama lima hari sejak agenda kedatangan, berikutnya perlu ada ulangan ulang RTPCR dan apabila hasilnya negatif maka pelaku perjalanan diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya di Nusantara.

Baca juga: Prof Wiku nilai kolaborasi lintas sektor penting untuk atasi pandemi

Sebelumnya, Wiku mengatakan bahwa ketentuan tersebut merupakan bagian upaya menanggulangi penularan COVID-19. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, periode liburan selalu diikuti dengan peningkatan jumlah kasus penularan COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia.

“Pada prinsipnya peraturan ini dibentuk untuk membatasi mobilitas dengan dapat meningkatkan peluang penularan sekali lalu tanggap terhadap fenomena mutasi virus di beberapa negara di dunia. Pada prinsipnya virus bisa mengalami mutasi pada saat replikasi di proses infeksi, ” katanya.

  Salah satu cara yang mampu dilakukan saat itu untuk menekan mutasi virus yaitu dengan juga menekan penularan secara mematuhi protokol kesehatan karena replikasi virus dalam proses infeksi sanggup dicegah. Oleh karena itu, telah seharusnya warga untuk lebih patuh dan disiplin dalam menjalankan aturan kesehatan. Semua diatur dalam tulisan edaran terbaru ini, ” kata pendahuluan Wiku.

  #satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker

Baca juga: Prof Resi dorong kesiapan hadapi potensi kerawanan penyakit menular baru

Pewarta: Katriana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020