Presiden minta penyelesaian masalah HAM masa lalu terus dilanjutkan

Presiden minta penyelesaian masalah HAM masa lalu terus dilanjutkan

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo menugaskan Menko Polhukam melanjutkan penyelesaian masalah hak asasi manusia (HAM) masa lalu, yang akibatnya dapat diterima semua pihak.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya secara virtual tuk Peringatan Hari Hak Asasi Manusia sebagaimana ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, yang disaksikan pada Jakarta Kamis.

“Kita harus bekerja sama menyelesaikannya lalu mencurahkan energi kita untuk kemajuan bangsa. Melalui Menko Polhukam, ya telah menugaskan agar penyelesaian masalah HAM masa lalu terus dilanjutkan yang hasilnya bisa diterima semua pihak serta bisa diterima dunia internasional, ” ujar Presiden.

Baca juga: Presiden Jokowi: Perlindungan bagi disabilitas harus berlandaskan HAM

Baca juga: Datuk KPK sebut korupsi musuh utama pelaksanaan HAM di Indonesia

Baca juga: Komnas HAM: Tidak boleh ada pihak hilangkan kemerdekaan orang

Presiden menyampaikan pemerintah memiliki komitmen besar terhadap penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM yang merupakan pilar penting bagi Indonesia yang beradab, tangguh, dan maju. Pemerintah juga selalu berupaya untuk menuntaskan masalah PORK masa lalu secara bijak dan bermartabat.

Komitmen kuat pemerintah dalam penegakan HAM telah dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional HAM 2020-2025. Hak sipil, politik, ekonomi, sosial, serta budaya harus dilindungi secara berimbang dan bukan ada satupun yang terabaikan.

Sementara itu, di tengah pandemi saat ini, Kepala Negara mengatakan bahwa seluruh pihak diharuskan terus bekerja keras untuk menghambat penyebaran virus, mengobati yang sakit, mencegah kematian, dan memberikan bantuan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak. Bersamaan dengan itu, semua pihak juga harus menjaga agar pandemi tidak memperburuk cara pemenuhan hak asasi masyarakat.

“Selain itu, kita masih menghadapi beberapa masalah yang harus kita selesaikan. Saya mendengar masih ada masalah kebebasan beribadah pada beberapa tempat. Untuk itu ya minta agar aparat, pemerintah pusat, daerah, secara aktif dan responsif untuk menyelesaikan masalah ini sebagaiselaku, ala, menurut, damai dan bijak, ” jelasnya.

Selain itu, Presiden juga meminta pembangunan infrastruktur didedikasikan sebagai prasarana untuk pemenuhan PORK dengan menjamin keterjangkauan hak mobilitas, kesehatan, pangan, dan kebutuhan dasar yang merata termasuk bahan bakar satu harga.

Demikian halnya dengan pembangunan sumber daya manusia yang berjalan dengan memastikan penurunan kasus stunting serta keterjangkauan pendidikan yang memadai, terutama di daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.

“Saya juga memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kita telah membentuk Komisi Nasional Disabilitas dan berorientasi dalam pendekatan hak asasi manusia, inch katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komnas HAM dan para pegiat HAM yang terus aktif berperan dalam meningkatkan kesadaran HAM di tengah masyarakat sekaligus mengajak seluruh pihak untuk turut berperan aktif dalam menghormati hak-hak dan menjadi penanggung jawab atas terpenuhinya hak-hak pihak lain.

“Dengan meningkatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan PORK maka kita menjadi bangsa yg lebih beradab, tangguh, dan maju, ” ujar Presiden.

Baca juga: Komnas HAM sampaikan usulan ke Presiden soal Hari HAM Internasional

Baca juga: KSP: Pemerintah komitmen penuhi hak fundamental publik selama pandemi

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020