Pemimpin: Model bisnis “food estate” Kalteng bisa dicontoh tempat lain

Pemimpin: Model bisnis "food estate" Kalteng bisa dicontoh tempat lain

Ini kombinasi-kombinasi model bisnis bagaikan ini yang akan kita coba dulu, begitu kita lihat nanti bagus, model bisnisnya akan kita copy di tempat lain

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap model perluasan lahan pangan terintegrasi ( food estate) dalam Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), bisa meningkatkan pendapatan petani, sehingga kalau berhasil akan menjadi percontohan di lokasi lain.

Dalam pertimbangan lahan food estate atau lumbung bertabur di Pulang Pisau, Kalteng, Kamis, Presiden Jokowi melihat bahwa perluasan lahan pangan di dua kabupaten itu tidak hanya menghasilkan flora pangan padi, tapi juga tersedia jeruk, kelapa, bawang merah, apalagi ikan hasil budi daya.

“Akan kita lihat agak-agak nanti 3-4 bulan hasilnya semacam apa. Dengan cara-cara ini, kita harapkan pendapatan petani akan terbang, tidak hanya dari padi, tapi juga dari jeruk, dari bawang merah, dari kelapa dan dari ikan, ” ujar Presiden Jokowi.

Menangkap juga: Presiden Jokowi ingin pada “food estate” Kalteng juga tersedia budi daya ikan

Jika model bisnis food estate di Kalteng ini berhasil, oleh sebab itu akan diadaptasi untuk pengembangan lumbung pangan di lokasi-lokasi lain. Setiap lokasi baru akan langsung mengolah konsep food estate di atas lahan seluas 1. 000 hektare.

“Ini kombinasi-kombinasi model usaha seperti ini yang akan kita coba dulu, begitu kita lihat nanti bagus, model bisnisnya hendak kita copy di tempat lain, ” ujar Presiden Jokowi.

Untuk food estate di Kalteng, Kepala Jokowi menargetkan pengembangan lahan had mencapai 30 ribu hektar pada 2020, yakni seluas 10 seperseribu hektare di Pulang Pisau, dan 20 ribu hektar di Kapuas.

Baca juga: Presiden Jokowi: 30. 000 ha “food estate” Kalteng dikerjakan tahun ini

Adapun food estate merupakan rencana pengembangan pangan yang dilakukan dengan terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, serta lainnya di suatu kawasan. Food estate juga dapat menjadi lahan buatan pangan nasional, cadangan pangan, & distribusi pangan.

Realisasi pengembangan food estate juga ditujukan buat mengantisipasi potensi terjadinya krisis pangan akibat pandemi COVID-19, seperti dengan diperingatkan oleh Badan PBB buat Makanan dan Pertanian (Food and Agricultural Organization/FAO) pada awal tahun ini.

Pemerintah selalu memiliki rencana untuk memperluas pembangunan lahan pangan terintegrasi (food estate) hingga ke Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Selatan.

Baca juga: Presiden ungkap rencana perluasan “food estate” ke Papua, NTT, Sumsel

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020