Peluang bagus, serat optik RI bebas dari bea masuk safeguard India

Peluang bagus, serat optik RI bebas dari bea masuk safeguard India

Ini peluang yang indah di tengah pandemi karena ekspor produk tersebut ke India balik terbuka lebar

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyambut baik keputusan Negeri India yang membebaskan produk sendat optik mode tunggal (single metode optical fibre/SMOF) asal Indonesia dari Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) safeguard.

“Ini peluang dengan bagus di tengah pandemi sebab ekspor produk tersebut ke India kembali terbuka lebar. Eksportir harus dapat dengan bijak memanfaatkan peluang ini untuk menggenjot kinerja ekspor serat optik kita ke India, ” kata Mendag lewat petunjuk resmi diterima di Jakarta, Senin.

SMOF merupakan jenis kabel yang terbuat dari sendat kaca halus yang dirancang cuma untuk membawa mode sinyal terang tunggal dan menjadi bahan dasar industri kabel fiber optik dengan digunakan penyedia layanan internet serta telekomunikasi.

Baca juga: Menperin minta bengkel kabel serat optik tingkatkan TKDN

Penghentian BMTP tersebut diputuskan Directorate General of Trade Remedies (DGTR) India berdasarkan laporan temuan akhir untuk penyelidikan safeguard yang dirilis di dalam 27 Agustus 2020.

Mendag mengapresiasi DGTR India yang bekerja secara transparan dan objektif selama proses penyelidikan tersebut.

DGTR dalam laporan kesimpulannya mengusulkan penerapan kewajiban safeguard sebesar 10 persen kepada semua negara, kecuali negara-negara berkembang dengan pangsa impor di bawah 3 obat jerih.

Mengaji juga: China operasikan pabrik kabel serat optik

Indonesia dan negara tumbuh lainnya, kecuali China, dibebaskan dibanding bea masuk safeguard karena bagian impornya di India masih berada di batas aman.

“Selama ini China mendominasi pasar serat optik di India. Bea masuk safeguard bagi China memberikan keuntungan dan keunggulan bagi Nusantara yang terbebas dari bea mengakar tersebut. Kita harus memaksimalkan jalan ini sebaik mungkin, ” sebutan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Kampung Kemendag Didi Sumedi menambahkan.

DGTR India melakukan analisis safeguard tersebut pada 23 September 2019 berdasarkan petisi dari pabrik dalam negeri India. Petisioner mengklaim mengalami kerugian serius akibat lonjakan impor serat optik mode tunggal sejak 2016 hingga Juni 2019.

Baca juga: Menperin: prospek industri kabel serat optik cerah

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020