Moeldoko sebut UMKM motor utama penentangan ekonomi Indonesia

Moeldoko sebut UMKM motor utama penentangan ekonomi Indonesia

UMKM menjadi salah satu bagian penting pada program PEN dengan alokasi perkiraan sekitar Rp123 triliun

Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut UMKM merupakan mesin utama yang diyakini akan membakar kebangkitan ekonomi Indonesia di sedang pandemi COVID-19.

“Di sedang kesulitan pasti ada kesempatan dan jeli menangkap peluang menjadi pangkal dasar untuk dapat menciptakan inovasi sehingga dapat bertahan di era pandemi ini, ” kata Besar Staf Kepresidenan Moeldoko pada rencana Harlah ke-9 Himpunan Pengusaha Nahdliyin  di Jakarta, Jumat.

Pada harlah yang diselenggarakan dengan daring ini, Moeldoko mengatakan UMKM berkontribusi sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Pertama, UMKM menyerap gaya kerja yang terbesar.

Sekitar 97 persen dari mutlak tenaga kerja di Indonesia pada sektor UMKM. Dengan kata lain, sebagian besar masyarakat mengandalkan penghasilan sebagai pelaku usaha maupun pelaku di sektor UMKM.

Kedua, dari sisi output, UMKM memberikan sumbangan yang besar di perekonomian nasional.

Kira-kira 60 persen dari Produk Pribumi Bruto (PDB) Indonesia berasal lantaran kontribusi UMKM. Ketiga, koperasi serta UMKM berperan penting sebagai sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

“UMKM menjadi salah satu arah penting dalam program PEN dengan alokasi anggaran sekitar Rp123 triliun, ” katanya.

Agenda stimulus dan insentif bagi UMKM meliputi berbagai program di antaranya subsidi bunga, baik bagi Nama Usaha Rakyat (KUR) maupun non KUR. Penempatan dana pemerintah dalam bank sehingga bank dapat meneruskan kredit kepada pelaku usaha, khususnya UMKM.

Selanjutnya, penjaminan kredit. Perbankan diharapkan tidak ragu untuk menyalurkan kreditnya kepada pelaku UMKM. Pembiayaan kepada koperasi mencuaikan Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB). Insentif pajak, yaitu Pajak Bayar final bagi UMKM ditanggung negeri.

Banpres Produktif Jalan Mikro atau BPUM berupa mendermakan senilai Rp2, 4 juta untuk setiap pelaku usaha mikro. Maksudnya agar usaha mikro dapat terus berjalan, tidak harus menutup usahanya. Program ini sudah berjalan secara sangat baik.

Moeldoko mengatakan, pandemi ini telah menciptakan peluang terkait dengan percepatan go digital di Indonesia dan permutasi teknologi untuk mendukung produktivitas klub.

Percepatan go digital tersebut seiring berkembangnya “less contact economy” (perekonomian dengan sedikit kontak), seperti penggunaan digital payment buat melakukan transaksi, mobile banking, kampil digital, dan sebagainya.

“Peluang tersebut perlu ditangkap sebab UMKM. Kerja sama dengan maklumat digital untuk memasarkan produk menjadi salah satu opsi untuk mampu bertahan di era pandemi, ” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pelaku UMKM juga wajib lebih pintar dalam memasarkan produk-produknya. Promosi yang masif dibutuhkan untuk mendorong permintaan produk UMKM, sesuai pemberian “cash back” dan potongan (harga) yang dapat digunakan untuk mengambil produk UMKM.

Moeldoko juga sedikit membahas tentang UU Cipta Kerja yang saat tersebut menjadi perhatian banyak pihak.

Menurutnya, undang-undang tersebut memberikan banyak peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih besar.

Selain kemudahan perizinan, UU Ciptaker juga menjadi landasan bagi negeri untuk memberi dukungan bagi UMKM melalui pengembangan klaster, penyediaan tanah, aspek produksi, infrastruktur, pemasaran, digitalisasi, kemitraan, kemudahan fasilitas pembiayaan fiskal, insentif pajak, kemudahan impor, mematok jaminan kredit.

Baca juga: Anggota DPR harapkan UU Cipta Kerja bawa percepatan pemulihan UMKM
Menangkap juga: OJK godok aturan urun dana berupa obligasi untuk pembiayaan UMKM

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020