Menparekraf paparkan cara dapatkan dana menyerahkan pariwisata Rp3, 3 triliun

Menparekraf paparkan cara dapatkan dana menyerahkan pariwisata Rp3, 3 triliun

Proses pencairan dana diajukan sebab kepala daerah kepada Kementerian Keuangan mengacu pada rekomendasi teknis dengan diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Kreatif

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah segera menyalurkan biaya hibah pariwisata sebesar Rp3, 3 triliun bagi pelaku pariwisata dan pemerintah daerah (pemda) untuk memajukan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata sehingga tercipta rasa tenteram dan nyaman bagi wisatawan, sekali lalu membantu industri bertahan di sedang pandemi.

Menteri Pariwisata serta Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, Selasa, mengatakan pemberian hibah pariwisata melalui Kementerian Keuangan merupakan bagian dari Program Perbaikan Ekonomi Nasional (PEN).

“Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah membantu pemda serta industri hotel dan restoran dengan saat ini sedang mengalami kekacauan finansial serta recovery penurunan Pendapatan Sah Daerah (PAD) akibat pandemi COVID-19 dengan jangka waktu pelaksanaan mematok Desember 2020, ” kata Menparekraf.

Daerah dengan kriteria PHPR minimal 15 persen daripada total PAD Tahun anggaran 2019, 10 Destinasi Super Prioritas (DPP), 5 Destinasi Pariwisata Prioritas (DSP), Destinasi Branding, dan 100 COE.

Menyuarakan juga: Kemenparekraf fokus tiga metode pulihkan sektor parekraf pada 2021

Menparekraf menjelaskan dana hibah yang dikasih kepada pemda dibagi dengan imbangan 70 persen dialokasikan untuk sandaran langsung kepada industri hotel & restoran. Sedangkan 30 persen buat penanganan dampak ekonomi dan baik dari pandemi COVID-19, terutama di dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Proses pencairan simpanan diajukan oleh kepala daerah kepada Kementerian Keuangan mengacu pada rekomendasi teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), ” kata Menparekraf.

Kemenparekraf juga menyiapkan anggaran sejumlah Rp119 miliar untuk Program Sertifikasi CHSE gratis bagi industri wisata di 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Kemenparekraf berharap pelaku UMKM tak kesulitan akses PEN

Sertifikasi itu untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan untuk pabrik yang terkait sektor pariwisata untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

“Sehingga para pelaku pariwisata, pengelola hotel, dan restoran dapat cepat meningkatkan persiapan protokol kebersihan, kesehatan tubuh, dan keamanan yang sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19, ” kata Menparekraf.

Menparekraf mengutarakan Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pabrik dan Investasi akan melakukan sosialisasi Program Hibah Pariwisata Tahun 2020 secara berkala.

Untuk kegiatan awal telah dilangsungkan sosialisasi pada 8 Oktober 2020 pada Tangerang, Banten, diikuti 101 daerah kabupaten/kota di Indonesia.

Baca juga: Tunjang pemulihkan pariwisata, K/L adakan pertemuan di destinasi wisata

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020