Menkeu ungkap realisasi kredit dari sedekah negara capai Rp176 triliun

Menkeu ungkap realisasi kredit dari sedekah negara capai Rp176 triliun

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi penyaluran kredit sudah mencapai Rp176 triliun yang bersumber dari mutlak Rp64, 5 triliun penempatan uang negara di perbankan untuk memerosokkan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Dalam hal ini Rp98 triliun di antaranya untuk usaha mungil menengah, ” kata Sri Mulyani dalam webinar peta jalan negeri menuju transformasi digital bidang ekonomi di Jakarta, Rabu.

Menkeu menjelaskan bahwa total dana negara tersebut ditempatkan di 4 Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), 11 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan tiga bank syariah.

Adapun alokasi di 4 bank Himbara paling besar yaitu mencapai Rp47, 5 triliun dengan target realisasi penyaluran kredit tiga kali dari dana yang dikucurkan pemerintah.

Kredit yang disasar adalah penyaluran kepada karakter UMKM dan sektor padat karya.

Alokasi penempatan biaya negara itu masuk dalam grup dukungan UMKM dengan pagu perkiraan mencapai Rp123, 46 triliun pada Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Selain penempatan dana dari pemerintah itu, dalam dukungan bagi UMKM, negeri juga memberikan dukungan lain pada antaranya relaksasi pembayaran kredit UMKM, hingga subsidi bunga.

Di sisi lain, pemerintah pula memberikan pinjaman kepada daerah yang terpukul akibat pandemi COVID-19 dengan mengakibatkan pendapatan asli daerah (PAD) merosot.

Dalam PC-PEN, pemerintah mengalokasikan Rp10 triliun pinjaman bagi daerah dalam kelompok sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara pagu anggaran RP106, 11 triliun.

“Mereka bisa melakukan pinjaman dengan suku bunga nol persen karena ini fasilitas pada mana burden sharing pemerintah dan BI telah disetujui, ” katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk mendorong permintaan agar cepat pulih, pemerintah juga memberikan bantuan produktif kepada UMKM sebanyak 15 juta pelaku usaha dan bantuan gaji bagi pekerja anggata BPJS Ketanagakerjaan dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020