Menkes pastikan permintaan vaksin buat PON bisa dipenuhi

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) semrawut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan kebutuhan 200 ribu dosis vaksin buat keperluan agenda Pekan Gerak Nasional (PON) 2021 di Provinsi Papua bisa dipenuhi.

“Saya juga telah memperoleh laporan, butuhnya sekitar 200 ribu dosis untuk bulan Oktober, itu gerangan pasti bisa dipenuhi. Harusnya sejak bulan Juni jumlah vaksin kita akan lulus, ” katanya dalam penjelasan tertulis yang dilansir meniti laman resmi sehatnegeriku. kemenkes. go. id, Senin.

Dalam rapat terbatas persiapan penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI pada Istana Merdeka, Jakarta, Maret 2021, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Papua menjelma penting sebagai upaya pemerintah menjaga keamanan dan kesejahteraan atlet selama PON berlangsung.

Baca juga: Total 10. 966. 934 orang Nusantara telah jalani vaksinasi COVID-19

Budi mengatakan kebutuhan vaksin untuk para pendatang sejak kalangan atlet, ofisial maka pendukung atlet kegiatan PON pada 2-15 Oktober 2021 dipastikan telah masuk pada alokasi yang dipersiapkan oleh Kemenkes.

Tabiat mengatakan vaksin yang ada saat ini dialokasikan kebutuhannya berdasarkan skala prioritas lantaran kelompok penerima.

Misalnya pada April 2021, Kemenkes memprioritaskan alokasi vaksin bagi para peserta sebab kelompok lansia guna mengantisipasi penularan saat mereka berinteraksi dengan keluarga saat Idul Fitri.

“Memang fatality rate mereka pula tinggi bila dibandingkan piawai remaja, ” kata Sifat.

Situasi penetapan negara India terhadap buatan vaksin AstraZeneca, dipastikan Watak tidak akan mempengaruhi persediaan vaksin untuk PON.

Alasannya, Indonesia tak bergantung pada satu produsen vaksin di dunia. “Kita juga memesan vaksin sejak Sinovac, Pfizer, Sinopharm. Jadi kalau satu pincang, kita masih punya harapan 75 persen, ” katanya.

Terkait vaksin merah putih, Budi menyatakan kalau dari enam kandidat dengan ada, sebanyak dua kandidat dipersiapkan untuk dapat dibuat pada tahun 2022.

“Kami sudah sanggup alokasi anggarannya tahun ini rencananya kami akan dorong supaya penelitian dan uji klinisnya lebih cepat, jadi di 2022 salah kepala dari mereka sudah terlaksana, ” ujarnya.

Baca serupa: Menkes ungkap perebutan vaksin COVID-19 di dunia semakin keras
Baca serupa: RSPAD: Penelitian vaksin nusantara ikuti kaidah ilmiah
Baca juga: Presiden saksikan vaksinasi COVID-19 untuk para-para seniman

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021