Menaker jamin UU Cipta Kerja pasti sejahterakan pekerja

Menaker jamin UU Cipta Kerja pasti sejahterakan pekerja

Gresik, Jatim (ANTARA) – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjamin bahwa Undang-undang (UU) Cipta Kerja tetap menyejahterakan pekerja, seperti yang tertuang dalam subtansi UU lama.

“Semua keyakinan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dalam UU 13 tahun 2003 sama dengan yang di Omnibuslaw. Bahkan, UU Cipta Kerja diatur perlindungan kepada pekerja kontrak kudu sama dengan ketentuan pekerja tentu, yakni berhak mendapatkan kompensasi masa selesai kontraknya, ” kata Ida di Gresik, Sabtu.

Baca juga: Menaker salurkan bantuan JPS 15 kaum perempuan di Mojokerto

Baca juga: Menaker sebut UU Cipta Kerja kemungkinan masuk pembangunan ketenagakerjaan

Ida dalam kegiatan Maulud Nabi bersama serikat buruh Kabupaten Gresik yang dipusatkan di Kantor Pemkab Gresik, mengakui banyak buruh yang menemuinya dan memprotes pengesahan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja.

Situasi ini, disadari karena banyak praktisi yang belum memahami UU Membentuk Kerja secara utuh, sehingga banyak ditemukan kesalahpahaman terhadap substansi undang-undang tersebut.

Ida mencontohkan terkait pekerja dikontrak seumur hidup. Padahal, dalam UU Cipta Kerja tidak ada ketentuan yang mengatur hal itu, karena batas maksimal masa kontrak akan diatur di dalam peraturan pemerintah, bisa lebih segera menjadi pekerja tetap, atau bisa juga lebih lambat, ” katanya.

Oleh karena tersebut, Ida mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas, walaupun tak puas dengan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI.

“Bila kira-kira masih ada ketidakpuasan bisa digugat di Mahkamah Konstitusi, kami cukup dalam tahap pemulihan ekonomi nasional, segala polemik mari kita sikapi dengan kepala dingin, ” katanya.

Membaca juga: Menaker kunjungi pekerja penyambut BSU di Kota Malang

Baca selalu: Menaker: UU Cipta Kerja tak ompong sanksi

Menyikapi penjelasan Menaker, Ketua Serikat Praktisi Seluruh Indonesia (SPSI) Gresik Ali Muchsin mengaku tidak puas, karena tidak menyentuh substansi dari UNDANG-UNDANG Cipta Kerja.

“Tadi kan tidak jelas substansinya kalau yang baik itu apa, dengan tidak baik itu apa, saya kan tidak tahu. Jadi ya sedikit kecewa jika hanya penjelasan dengan jargon pasti baik-baik sekadar, karena hari ini transparansi tersebut yang dibutuhkan, ” kata Ali kepada wartawan.

Ali mengaku serikat buruh akan langgeng menggelar protes pada 27 Oktober di Kantor Gubernur Jawa Timur, serta terus mendesak agar pemerintah mencabut UU Cipta Kerja.

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020