Konvensi Indonesia-Korea CEPA bidik perdagangan 20 miliar dolar AS

Konvensi Indonesia-Korea CEPA bidik perdagangan 20 miliar dolar AS

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Namun dengan adanya IK-CEPA diharapkan bisa meningkat sekitar 20 miliar dolar AS di tahun berikutnya

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perniagaan Agus Suparmanto menyampaikan bahwa Konvensi Ekonomi Komprehensif antara Indonesia-Korea ataupun Indonesia-Korea Selatan Comprehensif Economic Partnership (IK-CEPA) membidik total perdagangan kedua negara senilai 20 miliar dolar AS.

“Untuk perdagangan ke-2 negara pada 2019 itu 15, 65 miliar dolar AS. Ini memang jauh dari apa dengan kita targetkan dan sekarang itu di tahun 2020 turun ke 10, 10 miliar dolar AS. Namun dengan adanya IK-CEPA diharapkan bisa meningkat sekitar 20 miliar dolar AS di tahun berikutnya, ” kata Mendag saat menggelar konferensi pers secara virtual, Jumat.

Mendag menyampaikan, setelah IK-CEPA diratifikasi, maka pelaku daya asal Indonesia dan Korea Daksina akan memanfaatkan berbagai peluang, sehingga diproyeksi akan terjadi peningkatan perdagangan hingga 5-10 persen pada tahun-tahun awal.

Dengan demikian, perjanjian tersebut akan membawa konsekuensi positif terhadap perdagangan barang kedua negara. Tidak hanya mendongkrak perdagangan barang, IK-CEPA juga akan memajukan perdagangan jasa.

Menurut Mendag, Indonesia dan Korea berkomitmen untuk membuka 100 subsektor pertolongan dengan Foreign Equity Participation (FEP) hingga 100 persen. Kemudian, Korea juga akan meliberalisasi beberapa zona jasanya di masa mendatang, yaitu sektor waralaba, konstruksi, dan kebaikan terkait komputer.

Mendag menambahkan, usai ditandatangani hari tersebut (18/12), perjanjian IK-CEPA akan dibawa ke DPR RI untuk lalu dibahas kembali dalam waktu 90 hari agar dapat diratifikasi yang ditargetkan terwujud tahun depan.

Diketahui, pada 2019, Korea Selatan adalah negara tujuan ekspor kedelapan dan sumber impor keenam bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia–Korea Selatan pada 2019 mencapai 15, 65 miliar dolar AS, secara ekspor Indonesia ke Korea Daksina sebesar 7, 23 miliar dolar AS dan impor dari Korea Selatan sebesar 8, 42 miliar dolar AS. Tren perdagangan ke-2 negara pada periode 2015–2019 tercatat tumbuh positif sebesar 2, 5 persen.

Sementara tersebut, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan periode Januari–November 2020 tercatat sebesar 5, 03 miliar dolar AS. Sedangkan, pada November 2020 nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar 495, 4 juta dolar GANDAR. Nilai ini meningkat 7, 12 persen dibandingkan Oktober 2020 dengan tercatat sebesar 462, 5 juta dolar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan antara lain adalah kotor bara, briket, produk baja antikarat, kayu lapis, karet alam, & bubur kertas. Sementara itu, impor Indonesia dari Korea Selatan jarang lain terdiri atas sirkuit elektronik, karet sintetis, produk baja saduran, dan bahan pakaian.

Baca juga: Perjanjian Indonesia-Korea CEPA resmi ditandatangani
Baca juga: Menuju Penandatanganan IK CEPA, Mendag bertolak ke Korea Selatan

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020