Kemnaker telah salurkan BSU termin II kepada 8 juta pekerja

Kemnaker telah salurkan BSU termin II kepada 8 juta pekerja

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sampai dengan dengan hari Senin (16/11) telah menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) termin II kepada 8. 042. 847 pelaku dari 12, 4 juta karakter yang ditargetkan mendapatkan bantuan itu.

Dalam pernyataan di Jakarta pada Senin, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pihaknya keadaan ini telah menyalurkan penyaluran tahap III untuk termin II pencairan subsidi gaji tersebut.

Baca juga: Pembagian BSU di Sidoarjo-Jatim dipantau langsung Menaker

“Proses penyaluran subsidi gaji/upah ana percepat karena datanya mengacu dalam para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean. Percepatan penyaluran ini sebagai ikhtiar pemerintah untuk menolong daya beli pekerja/buruh yang terdampak pandemi COVID-19, ” kata Ida Fauziyah

Dari mutlak pencairan untuk 8. 042. 847 orang tersebut, 2. 180. 382 orang dilakukan di tahap I, 2. 713. 434 orang di tahap II dan 3. 149. 031 orang di tahap III yang dilakukan hari ini.

Baca serupa: Menaker kunjungi pekerja penerima BSU di Kota Malang

Jumlah anggaran dengan dikeluarkan sejauh ini untuk pencairan termin II adalah sebesar Rp9, 65 triliun untuk bantuan dengan ditujukan kepada pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan berpenghasilan di bawah Rp5 juta itu.

Kalau dilihat dari realisasi sementara pembagian subsidi gaji termin II, dalam tahap I telah tersalurkan kepada 844. 083 pekerja/buruh atau 38, 71 persen. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685. 427 pekerja/buruh atau 25, 26 tip. Jumlah anggaran yang sementara tersalurkan dari tahap I dan II sebesar Rp1, 8 triliun.

Baca selalu: Pemerintah telah salurkan subsidi perolehan ke 12, 1 juta pekerja

Masukan sementara dari Himpunan Bank Hak Negara (Himbara) sebagai bank distributor adalah per 15 November realisasi penyaluran untuk termin kedua dengan total tahap I dan periode II sudah mencapai 1, 5 juta orang.

“Sisanya masih dalam proses penyaluran dan terus kami monitor perkembangan penyalurannya. Saya mohon agar para pekerja/buruh bersabar karena jumlah dana dengan harus ditransfer bank penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekeningnya bank Himbara maupun yang rekeningnya bank preman, ” kata Ida.

Menurut Ida, termin II adalah penyaluran subsidi upah periode November-Desember 2020.

Sebelumnya, dalam termin I untuk September-Oktober Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji kepada 12. 252. 668 pekerja/buruh ataupun sebesar 98, 78 persen sejak target penyaluran sebanyak 12. 403. 896 penerima.

Ia mengatakan bahwa masih ada bahan penerima BSU yang belum memperoleh bantuan tersebut karena terjadi kaum kendala seperti duplikasi rekening, rekening yang sudah tutup, rekening stagnan, rekening tidak valid atau yang telah dibekukan.

Selain itu terdapat yang tidak sebati dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan rekening yang diberikan tidak terdaftar di kliring. Total jumlah rekening bermasalah tersebut sekitar 151 ribu.

Ida meminta pekerja yang merasa berhak memiliki subsidi gaji tapi masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan supaya datanya dapat diperbaiki.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020