Kemenkeu: Pemerintah belum tentukan tarif cukai rokok 2021

Kemenkeu: Pemerintah belum tentukan tarif cukai rokok 2021

Pemerintah tentunya sangat berhati-hati dalam merumuskan kecendekiaan tarif

Jakarta (ANTARA) semrawut Pemerintah belum menentukan kebijakan bayaran cukai hasil tembakau untuk tarikh 2021 karena mempertimbangkan dampak pandemi yang berpengaruh terhadap industri rokok.

“Pemerintah tentunya sangat berhati-hati dalam merumuskan kebijakan tarif, ” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi dalam jumpa pers virtual terkait APBN edisi Oktober di Jakarta, Senin.

Menurut tempat, pemerintah harus mengkoordinasikan beberapa hajat mengingat industri ini mempekerjakan penuh tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: Kenaikan bea rokok dan perlindungan anak dalam keluarga

Meski begitu, lanjut dia, negeri juga memiliki tujuan utama pengoperasian rokok, terutama perokok usia bujang.

“Sehingga ini menetapkan kehati-hatian dan tambahan waktu, moga ini segera bisa keluar dan bisa diumumkan, ” imbuhnya.

Pemerintah menargetkan tahun 2021 pendapatan cukai mencapai Rp178, 5 triliun atau naik dari APBN 2020 sesuai Perpres 72 tahun 2020 mencapai Rp172, 2 triliun.

Menyuarakan juga: Peneliti: Simplifikasi tarif CHT perlu kedepankan kesehatan masyarakat

Dari jumlah itu, cukai hasil tembakau memegang porsi paling besar dengan bahan 2021 mencapai Rp172, 7 triliun atau naik dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp164, 9 triliun.

Sementara itu realisasi cukai hasil tembakau hingga September 2020 mencapai Rp111, 46 triliun atau tumbuh 8, 53 obat jerih dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp102, 7 triliun.

Meski didera pandemi COVID-19, namun cukai hasil tembakau dapat tumbuh positif dalam APBN maka September 2020 yang mendorong kemajuan penerimaan kepabeanan dan cukai.

Baca serupa: Pendapatan negara hingga September 2020 capai Rp1. 159 triliun

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020