Indonesia, Turki teken MoU peningkatan kapasitas diplomatik di Jakarta

Indonesia, Turki teken MoU peningkatan kapasitas diplomatik di Jakarta

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Beta menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas Timur Tengah merupakan persyaratan bagi pemulihan global,

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki di Jakarta, Selasa, meneken nota kesepahaman (MoU) kerja pas peningkatan kapasitas diplomatik, sebagai salah satu langkah memperkuat hubungan diplomatik perut negara yang telah terpelihara semasa 70 tahun.

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Menteri Sungguh Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu setelah keduanya mendatangi pertemuan bilateral di Kementerian Sungguh Negeri RI, Jakarta, hari itu.

“Nota kesepahaman tersebut akan semakin memperkuat kemitraan kita dan membangun kapasitas diplomatik ke-2 negara, ” kata Retno Marsudi saat jumpa pers bersama Menlu Turki.

Dalam jalan yang sama, Çavuşoğlu menambahkan kemitraan itu akan mempererat hubungan kementerian luar negeri Indonesia dan Turki, mengingat nota kesepahaman itu jadi dasar dua lembaga untuk memproduksi program pertukaran diplomat dan mengimplementasikan pelatihan.

Baca juga: Turki jadi alternatif menarik turis Indonesia selama pandemi
Baca juga: UMKM Indonesia gencarkan promosi produk di Turki

Upacara penandatanganan MoU itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Çavuşoğlu dalam Indonesia. Kunjungan itu merupakan lawatan pertama yang dilakukan menteri luar negeri Turki ke Indonesia di dalam 15 tahun terakhir. Usai mendatangi pertemuan di Kementerian Luar Jati RI, Çavuşoğlu akan melakukan anjangsana kehormatan menemui Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pertemuan antarmenteri luar negeri, Retno & Çavuşoğlu membahas berbagai isu bilateral, regional, dan dunia. Terkait kegiatan sama bilateral, dua negara membenarkan untuk melanjutkan perundingan kerja cocok ekonomi komprehensif Indonesia dan Turki (IT-CEPA) pada 2021.

“IT-CEPA berpotensi meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-Turki. Ini juga akan membuktikan komitmen kita terhadap sistem perniagaan multilateral yang terbuka, adil, & bebas; dan upaya bersama buat mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi, ” terang Retno.

Dalam samping IT-CEPA, dua negara selalu membahas peluang kerja sama pada beberapa bidang, di antaranya perkapalan, infrastruktur, investasi, pertanian, industri pertahanan, teknologi, farmasi, dan teknologi medis.

“Setelah pertemuan maya antara Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Indonesia dengan Gajah Perdagangan Turki bulan Juli morat-marit, kita telah melihat besarnya selera perusahaan konstruksi Turki untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di Nusantara, khususnya pada proyek jalan pungutan dan bendungan, ” terang Retno.

Pernyataan itu diperkuat oleh Çavuşoğlu yang mengatakan investor Turki masih menunjukkan ketertarikannya buat menanamkan modal di Indonesia, walaupun di tengah situasi pandemi COVID-19. Menurut Çavuşoğlu, penguatan kerja sebanding di bidang dagang dan investasi diperlukan oleh dua negara jadi target meningkatkan total nilai dagang dari 1, 5 miliar dolar AS (sekitar Rp21, 2 triliun) menjadi 10 miliar dolar GANDAR (sekitar Rp141, 45 triliun) mampu tercapai.

Sementara tersebut, untuk isu di kawasan, dua negara juga membahas situasi pada Timur Tengah, termasuk di antaranya isu Palestina. “Saya menekankan kalau perdamaian dan stabilitas Timur Sedang merupakan persyaratan bagi pemulihan global, ” ujar menlu RI.

Baca serupa: Indonesia, Turki lanjutkan perundingan kegiatan sama ekonomi komprehensif
Menangkap juga: Menlu Turki kunjungi Indonesia, bahas kunjungan balasan Erdogan

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © JARANG 2020