BPOM: Vaksin Sinovac memenuhi syarat mendapat label halal

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin Sinovac memenuhi syarat untuk mendapat label legal.

“Alhamdulillah dari aspek harga dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan Majelis Ustaz Indonesia, aspek halalnya bisa dianggap sudah memenuhi, sudah sesuai arah obat yang baik, ” logat Penny dalam jumpa pers daring, Kamis.

Baca juga: BPOM: Vaksin COVID-19 diproduksi dengan baik

Penny mengatakan bagian kehalalan vaksin telah diperiksa MUI. Sementara itu, Majelis Ulama Nusantara sedang dalam proses membahas soal fatwa vaksin COVID-19 dalam Perhimpunan Nasional MUI yang digelar dalam 25-27 November.

Dia mengatakan BPOM terus memantau kelanjutan uji coba vaksin Sinovac dengan memasuki uji klinis fase III di Bandung. BPOM mengumpulkan petunjuk uji klinis Sinovac yang nantinya dipadukan dengan data dari negara lain, seperti Brazil.

Baca juga: Terkatung-katung akan terima hampir 5 juta dosis vaksin COVID-19

Untuk itu, dia mengatakan BPOM belum mengambil kesimpulan sehingga memberikan Otorisasi Penggunaan Kritis (EUA) bagi vaksin COVID-19 meski sudah mendapat data aspek kebahagiaan, khasiat dan mutu vaksin. Perlu keseksamaan lebih lanjut untuk memberi EUA bagi Sinovac.

BPOM, kata dia, akan terus memantau perkembangan uji klinis vaksin Sinovac dalam tiga bulan ke depan.

Baca juga: Kapan dan vaksin COVID-19 mana yang kemungkinan mulia tersedia di Asia

“Aspek keamanan hendak terus kita pantau selama tiga bulan, nanti enam bulan lengkap ke depan. Kita butuh vaksin yang tidak hanya bermutu dan aman, tapi juga efektif, mempunyai khasiat yang baik, ” katanya.

Lebih lanjut, tempat mengatakan BPOM mengumpulkan data perkara bagaimana vaksin Sinovac dapat memunculkan antibodi ke tubuh manusia jadi seseorang dapat kebal terhadap COVID-19.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020