Bea Cukai gagalkan ekspor ilegal 42. 500 benih lobster di Batam

Bea Cukai gagalkan ekspor ilegal 42

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Petugas Bea Cukai memperoleh informasi bahwa akan ada kegiatan ekspor benih lobster secara gelap lewat ke Vietnam lewat Batam dan Singapura

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hidup sama dengan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Buatan Perikanan (BKIPM-KHP), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Batam menggagalkan upaya ekspor ilegal 42. 500 benih lobster di Dermaga Sundal Ampar, Batam.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat dalam pernyataan di Jakarta, Senin, mengatakan penindakan terhadap 3 orang penumpang KM Kelud dengan berangkat dari Jakarta pada Jumat (4/12) itu dilakukan berdasarkan fakta dan manajemen risiko.

“Petugas Bea Cukai mendapatkan informasi bahwa akan ada kegiatan ekspor benih lobster secara ilegal menggunakan ke Vietnam lewat Batam & Singapura, ” katanya.

Baca juga: Bea Cukai gagalkan penyelundupan komoditas ilegal saat patroli laut

Selanjutnya, menurut Syarif, petugas Bea Cukai Batam berkoordinasi dengan BKIPM-KHP Batam untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang menjadi target operasi setelah tiba di Pelabuhan Batu Ampar pada Minggu (6/12).

Dari penelitian kapal, ditemukan tiga karung baju yang dicampur dengan 157 bungkusan plastik berisi benih lobster. Petugas kemudian mengamankan tiga orang berinisial PB, DM, dan AS dan 41. 500 benih lobster macam pasir dan 1. 000 benih lobster jenis mutiara.

“Barang bukti dan ketiga karakter pelaku saat ini telah diamankan di kantor BKIPM-KHP Batam buat diperiksa lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum, ” kata Syarif.

Membaca juga: KPPU sebut sanksi eksportir benih lobster didenda minimal Rp1 miliar

Ia memastikan pemberantasan penyelundupan mau terus dilakukan Bea Cukai jadi bentuk perlindungan terhadap masyarakat serta kekayaan alam Indonesia. Bea Tol juga akan terus meningkatkan sinergi dengan Kementerian/Lembaga, serta aparat penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas penjagaan.

Syarif menegaskan cara pemberantasan penyelundupan ini bukan cuma merupakan tugas Bea Cukai serta aparat penegak hukum lainnya, melainkan juga dibutuhkan peran aktif umum dalam menghilangkan potensi peredaran bahan selundupan.

“Tidak cuma menegakkan fungsi perlindungan kepada masyarakat, lewat penindakan ini Bea Cukai juga berperan aktif dalam upaya mendukung peningkatan ekonomi nasional, sehingga dalam hal ini, berbagai jalan penyelundupan yang sangat merugikan negeri akan secara tegas ditindak, ” kata Syarif.

Baca juga: LIPI: Kebijakan ekspor benih lobster perlu dikaji ulang

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © KURUN 2020